Home > Renungan > Berusaha maksimal, perkara hasil Allah yang menentukan

Berusaha maksimal, perkara hasil Allah yang menentukan

Ada kalanya di saat kita sudah berusaha sekuat tenaga dan bekerja keras untuk meraih cita-cita, namun hasil yang kita peroleh terasa tidak berarti.  Seakan-akan usaha kita sia-sia, sehingga timbul di dalam pikiran buat apa berusaha?.

Ingatlah sabda Rasulullah “Apabila esok kiamat terjadi, sementara di tanganmu ada bibit kurma, maka jika mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi, tanamlah!” (H.R. Ahmad)

Walaupun esok kiamat terjadi, kita harus tetap menanam. Ayo bangkit! Sadarlah bahwa yang dinilai oleh Allah adalah usaha kita, apapun hasil yang akan kita peroleh.

CB055265

  1. Bill Argadinata
    April 27, 2009 at 07:06

    memang manusia sangat mudah putus asa, hanya manusia yg berjiwa pantang menyerah,optimis,yakin kepada kuasa Allah dan berani yg dapat menang dalam hidup ini. sayang sekali kalau putus asa yg kita ambil sebagai pilihan ketika kita mengalami kegagalan. padahal sikap putus asa ini lah yg akan membuat kita jatuh lebih parah lagi. oleh karena itu Allah melarang kita berputus asa bahkan Allah menyebut orang yg putus asa dengan sebutan “kafir”. sebagai umat Islam kita haruslah yakin bahwa segalanya dalam hidup ini milik Allah dan kita harus yakin Allah selalu memberikan yg terbaik untuk kita dan hanya kepada Allah lah kita kembali. semoga bermanfaat untuk semua umat khususnya umat Islam.

  2. ariefhidayat
    April 28, 2009 at 05:41

    Ketika kita sudah:
    – Mendengarkan dengan baik apa yang dijelaskan dosen di kelas
    – Mereview materi di kelas
    – Mengerjakan seluruh tugas dan PR yang diberikan
    – Mempelajari diktat dan buku-buku kuliah
    Namun hasil ujian tidak sesuai keinginan.
    Ketika kita sudah berikhtiar namun hasil yang diperoleh tak memuaskan, Janganlah susah
    dan bersedih hati.

    Karena sebagai manusia, kewajiban kita hanyalah berusaha.
    Laksana seorang pemanah. Tugas pemanah hanya megarahkan dan melesakkan anak panah ke arah sasaran.
    Ketika anak panah telah diluncurkan, maka tugas pemanah adalah bertawakal kepada Allah.
    Apapun hasilnya, itulah yang terbaik.
    Perkara ternyata anak panah tidak mengenai sasaran karena tiba-tiba ada angin kencang,
    hal tersebut diluar kekuasaan pemanah.

    Inilah nasehat guru SMA saya saat menghadapi sesuatu.
    Tugas kita hanya berusaha maksimal. Allah yang menentukan hasilnya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: