Home > Serba-Serbi > Ngebut, nabrak

Ngebut, nabrak

Kejadian ini aku alami pada hari ahad, beberapa waktu yang lalu. Pada waktu itu aku berangkat naik motor dari kontrakanku di daerah kebon bibit barat (tamansari) menuju tempat pengajian di cisaranten (arcamanik). Biasa, aku pingin jadi baik. halah

dagoKarena dah hamper telat, aku tancap gas motorku dengan kecepatan yang cukup tinggi. Kalo di bandung karena lalu lintasnya sangat padat, rata2 kecepatan kendaraan  40 km/jam. Waktu itu motorku kecepatanya sekitar 60 km/jam. Kalau di kampung halamanku di karanganyar atau di solo, kecepatan 60 km/jam mungkin masih wajar. Tapi rata-rata kalau jalan raya di kota bandung kecepatan segitu dah sangat melebihi batas.

Saat aku lewat di jalan raya di daerah antapani, lalu lintas cukup ramai. Aku memilih mengambil lajur sebelah kiri. Saat itu di depanku ada motor yang kecepatanya sangat rendah sepertinya akan belok kiri. Supaya tidak menabrak motor tersebut, aku gunakan semua fasilitas rem yang ada di sepeda motorku. Rem kaki kuinjak, rem tangan kutarik. Tapi apalah daya, rem motorku tidak pakem.

Akhirnya aku menabrak motor yang ada di depanku tadi. Aku saat itu sudah pasrah, siap mengganti rugi dan siap dimarahi. Alhamdulillah orang yang ada di depanku tidak jatuh, dan motornya tidak terlihat lecet ataupun rusak. Tapi apa yang terjadi ?

Saat ban depan motorku menabrak bagian belakang motor orang yang kutabrak tadi, motornya terdorong ke depan. Saat kutabrak, serta merta orang tersebut mengucapkan “Astaghfirullah!”. Kemudian beliau menoleh ke arahku, terlihat seorang laki-laki mungkin umurnya sekitar 28 thn. “Ga apa-apa kan pak ?”, ucapku. Tapi beliau malah melemparkan senyum. Saat itu juga aku merasa sangat malu dan bersalah. Hati ini rasanya menangis karena malu. Ternyata masih ada orang yang seperti beliau ini.

Sahabat sekalian yang suka ngebut di jalan umum, bertaubatlah! Lebih baik hati-hati dan pelan-pelan. Jalan pelan-pelan sangat banyak keuntunganya.

1.      Hemat BBM karena kalu lajunya pelan,  kecepatan lebih stabil dan jarang menggunakan rem. Sehingga BBM tidak terbuang sia-sia.

2.      Hemat kampas rem. (mohon maaf kalau tulisan kampas salah, saya agak lupa namanya)

3.      Bisa menikmati pemandangan sekeliling.

  1. February 28, 2009 at 05:58

    ati ati rif,,mbiyen wis pernah nabrak juga kan?? waah salut karo bapak sing tok tabrak…
    hmmm…orang seperti itu ada karena dia faham agama,,karena ada da’wah…so tetep semangat cari ilmu agama,,tetep aktif di Gamais (pusat atau wilayah)…OK

  2. ariefhidayat
    March 25, 2009 at 10:37

    Yooozzzzzhhh
    aku sekarang di akpro, tapi juga ikut al-bithrulu
    Insya Allah

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: