Home > Renungan > Riya’

Riya’

Waktu SMP atau SMA dulu terkadang saat ditanya oleh pak guru atau orang tua “Siapa yang tadi bangun pagi berdo’a ngacung!” berat rasanya mengangkat tangan takut riya’. Atau bila ditanya “Siapa yang sudah hafal surat ini ayat ini ?” Malu rasanya menjawab karena takut dicap sok.

remember-allahTapi sebenarnya riya’ itu apa sih? Saya mendapat pelajaran berharga dari kang arif (namanya mirip saya, semoga saya bisa ketularan) di majlis ta’lim salman. Untuk itu saya ingin berbagi ilmu dengan teman-teman. Saat itu kang arif menjelaskan tentang riya’. Kurang lebih riya’ adalah lawan dari ikhlas, menampakkan ibadah dengan niat mencari pandangan manusia, sehingga pelakunya akan dipuji, dan dia mengkarapkan pujian dan pengagungan dan takut kehilangan hal itu.

Ternyata sikap malu saat ditanya di atas salah dan bertentangan dengan sikap sahabat. Sahabat Abu bakar tidak malu ketika ditanya oleh Rasulullah.

Dalam sebuah riwayat digambarkan: Dari Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapakah di antara kalian yang pagi ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bersabda, “Siapakah hari ini yang mengantarkan jenazah orang yang meninggal?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini memberikan makan pada orang miskin?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bertanya kembali, “Siapakah di antara kalian yang hari ini telah menengok orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah semua amal di atas terkumpul dalam diri seseorang melainkan ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari)

Terkadang kita malu tidak melakukan sholat sunah takut dianggap riya’. Terkadang kita tidak bersedekah takut dicap sok dermawan. Kita tidak mengerjakan amalan sholih karena takut dicap sok alim. Itu semua salah.

Beramal karena mengharapkan pujian dari manusia adalah perbuatan riya’ namun meninggalkan amalan sholih karena malu atau takut kepada manusia juga perbuatan yang salah. Saya mengajak terutama saya sendiri, dan umumnya sahabat sekalian,  semua amalan mari kita niatkan untuk mengharapkan ridlo Allah.

  1. matasalman
    February 12, 2009 at 10:54

    Semoga kita dijauhkan dari sifat riya’itu yah …
    Nice Blog🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: