Home > Serba-Serbi > Jalan-Jalan

Jalan-Jalan

45391Saat saya melewati salah satu perempatan jalan di sepanjang jalan Ahmad Yani, banyak anak-anak kecil yang bermain di perempatan jalan raya, seakan-akan jalan raya adalah taman bermain. Bahkan ada juga balita yang ikutan. Mereka berlarian kesana-kemari tidak menghiraukan kendaraan yang lalu lalang dan tidak takut kalau tertabrak. Saat lampu merah menyala, mereka datangi kendaraan-kendaraan, berharap dikasih uang. Hal demikian mungkin tidak hanya ditemukan di Jalan Ahmad Yani.

Beberapa hari kemudian, saya lewat jalan Ahmad Yani kembali. Lagi-lagi saya temui anak-anak kecil yang kemarin meminta-minta. Mungkin meminta-minta sudah menjadi profesi mereka. Pilih mana, memberi mereka uang atau tidak?

Memberikan harta kepada orang yang membutuhkan adalah sedekah. Tetapi kurang tepat bila diberikan kepada anak kecil yang meminta-minta. Kecuali dalam keadaan yang sangat-sangat terpaksa. Anak-anak jalanan perlu dibekali keterampilan supaya bisa hidup mandiri, tidak lagi menjadi peminta-minta.

Memberikan uang kepada anak kecil yang meminta-minta akan membuat mereka bermental malas. Bagaimana tidak, “Nggak perlu susah-susah, hanya dengan menengadahkan tangan, sudah dapat uang”. Karena enak jadi peminta-minta, mereka seterusnya jadi peminta-minta. Anak-anak kecil yang lain jadi ikutan meminta-minta. Coba pikirkan bagaimana masa depan mereka ketika dewasa, kalau masih dini sudah menjadi peminta-minta.

Akan lebih bijak apabila uang yang kita punya kita sedekahkan melalui badan semacam baitul mal. Misalkan di Salman ada Rumah Amal Salman. Rumah Amal Salman memiliki program kampoeng bangkit, yaitu Pemberdayaan Terpadu di Kampoeng Duafa Rawan Kemiskinan. Selain Rumah Amal Salman masih ada banyak lagi lembaga penyalur sedekah yang terpercaya dan memiliki program yang bagus. Insya Allah uang yang kita sedekahkan tepat sasaran.

Kalau kita berjalan ke masjid Salman atau ke kantin Salman, ada seorang Ibu yang suka menyapu jalan dengan sapu lidi yang biasanya duduk di dekat penjual koran dan penjual donat. Ibu tersebut dulunya juga peminta-minta. Tapi kemudian mendapat semacam arahan dari Rumah Amal Salman. Dan sekarang Ibu tersebut berhenti meminta-minta. Bekerja dengan penghasilan sedikit rasanya lebih puas bila dibandingkan dengan meminta-minta

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: