Home > Renungan > Belajar dari Salah Satu Mahluk Ciptaan Allah, yaitu Binatang

Belajar dari Salah Satu Mahluk Ciptaan Allah, yaitu Binatang

Mahluk ciptaan Allah

Mengapa cahaya tidak bisa masuk ke dalam rumah kita? Apakah salah cahayanya?

Jangan-jangan kita sendirilah yang tidak mau membuka pintu rumah kita, kita tidak mau membuka jendela, atau kita tidak mau membersihkan kaca rumah kita yang kotor. Sehingga cahaya tidak bisa masuk.

Itulah pembukaan sewaktu saya mengikuti kajian ma’rifatullah, kajian untuk lebih mengenal Allah yang diisi oleh Aa Gym di masjid Daarut Tauhid.  Banyak sekali ilmu dan hal-hal luar biasa yang sebetulnya bisa kita dapatkan dari mana saja. Termasuk dari salah satu ciptaan Allah, yaitu binatang. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah.

Ada satu kejadian nyata tentang satu gerombolan gajah. Dan kejadian ini telah dijadikan film dokumenter. Pada saat itu segerombolan besar gajah sedang akan berpindah tempat atau bermigrasi, namun ada seekor gajah kecil yang baru lahir dan belum bisa berjalan. Kemudian apa yang terjadi?

Dengan setia Induk gajah menemani gajah kecil tersebut disaat gajah-gajah yang lain berpindah. Luar biasa, Ibu gajah tidak mementingkan diri sendiri pergi bersama gajah-gajah lainya. Kalau dipikir-pikir koq bisa ya? Gajah kan tidak memiliki pikiran. Kita hanya bisa mengucapkan Subhanallah, Maha suci Allah yang menciptakan gajah.

Kejadian itu masih berlanjut. Ada gajah muda yang diduga adalah kakak si gajah kecil yang masih lumpuh tadi. Kalau Aa Gym menyebutnya gajah ting ting. Gajah ting-ting keluar dari gerombolan gajah yang bermigrasi tadi. Gajah ting-ting  balik lagi ke tempat gajah kecil dan Ibunya. Hingga kemudian pada film dokumenter tersebut diperlihatkan gajah ting-ting ikut menemani adiknya berdiri dan berjalan sedikit demi sedikit menyusul gerombolan gajah. Mendengar cerita ini hanya bisa menggelengkan kepala. Bagaimana tidak, rasanya Allah menunjukkan kepada kita lewat gajah, bahwa inilah remaja ting-ting teladan!

Allah maha adil. Dan rizki semuanya Allah yang mengatur. Kalau kita ingin sesuatu, minta saja sama Allah.

Coba kita lihat cicak. Cicak tidak bisa terbang. Sementara Cicak makananya adalah nyamuk yang bisa terbang. Tapi apakah cicak protes sama Allah. Coba bayangkan! Sesuatu yang tidak bisa terbang makananya adalah sesuatu yang bisa terbang bebas.

Tetapi Allah sudah mengatur semuanya. Ada saja jalan bagi cicak untuk bisa makan nyamuk. Subhanallah.

Kita sebetulnya masih beruntung daripada nyamuk. Kita lihat nyamuk mencari makan, saat nyamuk akan hinggap di tangan atau kaki kita saja, kita sudah mau membunuhnya. Kemudian ketika nyamuk hinggap, kita juga akan membunuhnya, bahkan ketika nyamuk sudah selesai menghisap darah dan terbang pulang, kita masih ingin membunuhnya.

Banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari binatang. Daripada kita menonton sinetron, lebih baik kita melihat flora dan fauna.

Ada satu buku kecil tapi isinya sangat bagus. “Mengapa Tidak Secerdas Siput?” Kemarin saya beli harganya hanya Rp.23.000,-

Di dalam buku tersebut ditulis tentang ikan Salmon. Ikan Salmon hidup di laut. Untuk mempertahankan keturunanya, ikan salmon pergi menuju hulu sungai dan bertelur di sana. Kita tahu hulu sungai berada jauh dari laut dan biasanya berada di dataran yang lebih tinggi atau di daerah pegunungan. Di laut ikan Salmon sudah bisa hidup nyaman. Buat apa sih ikan salmon harus bersusah payah pergi menuju hulu sungai? Ikan Salmon berjuang keras melawan arus, kadang-kadang harus melompat untuk melewati medan yang terjal, mencapai dataran lebih tinggi. Bahkan kadang ikan salmon gugur di jalan karena dimakan beruang. Jawaban yang didapat akhirnya kembali kepada kekuasaan Allah Sang Pencipta bahwa itu terjadi karena Allah menginginkan hal itu. Allah memperlihatkan kepada kita bagaimana perjuangan untuk menjaga keturunan.

Pada buku tersebut juga ditulis tentang Penguin. Tatkala musim dingin, Penguin jantan mengerami telur selama 4 bulan, tidak beranjak dari tempatnya dan tidak makan. Ck ck ck. Ini baru yang namanya Superdad.

Ada lagi kisah lain yang ditulis dalam buku tersebut, tentang lebah, semut, kupu-kupu, kura-kura, siput dan masih banyak lagi yang penuh dengan hikmah. Coba baca deh!

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk dan dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Rabbi, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci engkau, maka peliaharalah kami dari siksa api neraka’”. [QS. Ali Imron : 190-191]

“Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” [QS. An-Nur 24: 41]

“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” [QS. Al Isra 17: 44]

  1. efi
    August 26, 2009 at 10:22

    assalamualaikum
    rif, berkunjung🙂

  2. nurul chamie
    August 30, 2009 at 00:23

    subhanallah.. makasih mas arif hidayat…
    tulisan yang bagus…
    penuh makna jg,,
    thnks alot.. tulisan ini dah mengingatkan….
    mtr nuwun

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: