Home > Renungan > Hati Kecil

Hati Kecil

hidayah AllahAlhamdulillah setiap ikut pengajian di daarut tauhid, hidayah dari Allah rasanya muncul. Pada malam jumat kemarin, aa gym menjelaskan tentang qolbun salim. Yang saya tulis ini sedikit ringkasan dari apa yang saya peroleh dari pengajian di daarut tauhid 1/10/09 dan mudah mudahan tidak jauh melenceng dengan apa yang disampaikan pada kajian malam itu. Lewat ini mari kita bersihkan hati kita hingga kita memiliki qolbun salim.

Ada satu kejadian nyata, mungkin diantara sahabat sekalian sudah pernah mendengar. Seorang ibu pengusaha sukses di Jakarta dan sangat terkenal. Bisnisnya maju, karyawanya ribuan orang, sering diundang mengisi seminar di mana-mana. Tidak diragukan, banyak orang yang salut dan menghormatinya. Keluarga ibu tersebut memiliki dua orang anak. Tetapi suatu ketika pembantu di rumahnya sakit keras, dan ibu tersebut tidak mau bertanggung jawab atas pengobatan pembantunya hingga pembantu tersebut meninggal dunia.

Kejadian berikutnya yang dialami oleh keluarga ibu tersebut ternyata sangat pahit, anaknya yang kecil meninggal dunia karena gejala overdosis. Lalu kakaknya mengalami depresi hebat. Ibu tersebut termenung,”Kurang apa sebetulnya keluarga ini, padahal orang lain segan”. Baru kemudian ibu tersebut tersadar setelah membaca buku harian anaknya. Ternyata selama ini yang ada di hati anak-anaknya bukanlah ibunya, melainkan bibi. Hanya bibi yang mau nemenin bermain. Hanya bibi yang ngajarin sholat. Hanya bibi yang ngajarin ngaji.

Apalah arti seorang Ibu bila hati ibu tidak ada di hati anaknya. Apalah arti seorang ayah apabila hati ayah tidak ada di hati anaknya. Tidak bisa kita memaksa orang lain mencintai atau menyayangi kita. Coba kita bilang kepada seseorang “tolong cintailah saya!”. Tidak bisa. Coba anak kecil diberi hadiah, hadiahnya diambil, tetapi tetep aja hatinya tidak bertautan dengan hati kita. Hanya dengan hati yang bersih, anak kecil akan bisa menikmati kasih sayang yang kita berikan. Karena anak kecil pada dasarnya hatinya masih bersih, bisa mengenali apakah kasih sayang yang diberikan palsu atau tidak.

Sering kita mendengarkan nasehat untuk kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah dengan memperbanyak sholat, puasa, zakat, melaksanakan haji, dan berjihad. Namun jarang kita mendengarkan nasehat untuk kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah dengan memiliki qolbun salim, hati yang bersih dari segala sesuatu yang mensekutukan Allah. Padahal hati yang bersih merupakan inti dari ajaran Al Qur’an dan merupakan contoh Rosulullah. Tidak salah, kita kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah dengan memperbanyak sholat, puasa, zakat, melaksanakan haji, dan berjihad. Bahkan suatu keharusan bagi kita untuk menjalankan amalan-amalan di atas. Tetapi bagaimana kita menjalankan sholat kalau hati kita kotor?

Setelah sholat kenapa kita masih suka berbuat dosa? Jangan jangan sholat kita tidak sesuai dengan apa yang Allah inginkan.

Antara hati, lidah dan wajah sama; itulah hati yang bersih.

Manfaat memiliki qolbun salim diantaranya

1. Hati kecil kita senantiasa menjadi alarm.

Allah telah menciptakan sesuatu yang ada pada lubuk hati kita yang paling dalam yaitu hati kecil. Hati kecil ini nggak bisa bohong. Ketika kita ngobrol, kemudian secara spontan timbul dalam pikiran kita ingin gossip, membicarakan orang lain, maka saat itu juga hati kecil kita berkata “ini nggak bener, nggak boleh ngomongin orang!”. Sedangkan apabila hati kita kotor, maka alarm kita seperti tertimbun. Alarmnya berbunyi, namun kita tidak bisa mendengarkan apa yang dikatakan hati kecil kita.

2. Mempermudah mendalami hikmah.

“Kenapa ya bila kita dekat dengan orang itu, kita merasa nyaman?” Kata-kata yang diucapkan sedikit namun penuh makna. Berbeda dengan hati yang kotor, Orang yang memiliki hati yang kotor, pikiranya dangkal. Kata-kata yang keluar tidak lain dan tidak bukan hanya bertujuan untuk mengundang pujian, dan decak kagum dari orang lain.

3. Menjadikan lebih dewasa.

Seringkali kita lihat orang yang umurnya lebih muda namun pikiranya jauh lebih dewasa daripada orang yang lebih tua darinya. Kalau kita lihat di jalan misalnya, ada bapak-bapak naik motor hanya dengan memakai celana pendek dan kaos dalam, tanpa memakai helm, motornya suaranya sangat nyaring. Sangat mengganggu pengandara lainya. Kelakuanya seperti anak-anak. Di lain pihak ada anak muda naik motor dengan tenang, pakaianya rapih, sebelum naik motor membaca doa, dan taat dengan peraturan lalu lintas.

4. Membuat ibadah menjadi lebih bermakna.

Ibadah akan terasa sangat nikmat ketika hati kita bersih. Allah terasa sangat dekat.

Bagaimana supaya kita bisa memperoleh qolbun salim?

Hawa nafsu tidak henti-hentinya menggoda kita untuk berbuat keburukan. Maka setiap kita terpeleset ke dalam perbuatan dosa, maka saat itulah kita bertaubat. Jangan pernah merasa lelah untuk bertaubat. Karena apabila kita terus melakukan kesalahan namun tidak bertaubat, maka hati kita bisa mati.

Ada satu hal yang sangat menarik saat pengajian pada malam hari itu, saat pengajian berlangsung tiba-tiba hujan turun dan cukup deras. Ketika itu yang muncul di hati adalah “aduh hujan, jaketku nyantol di motor, pasti basah kuyup”. Tetapi Aa gym ketika itu memberikan nasehat yang luar biasa, “Kecewa karena hujan? Suka-suka Allah, Allah mengatur semuanya dengan sangat rapih, Allah menghidupi mahluk-mahluknya salah satunya lewat hujan, nggak usah getol”. Iya, ya benar sekali apa yang dikataan Aa gym. Maafkan hamba ya Allah sangat sempit pikiran hamba.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: