Home > Serba-Serbi > Bingung

Bingung

bingung

Kalau tidak punya pendirian dan pedoman, jadinya bingung. Kalau sudah bingung, orang lain melihat juga bingung.

Simak kisah berikut :

Diriwayatkan, suatu hari Luqman Hakim masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor keledai, saat itu anaknya mengikuti dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, sebagian orang dipasar berkata , “Lihatlah orang tua yang tidak punya perasaan, anaknya dibiarkan berjalan kaki.”

Setelah mendengarkan celotehan dari orang ramai maka Luqman pun turun dari keledainya itu lalu dinaikkan anaknya di atas keledai itu. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, “Lihatlah orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya naik diatas keledai, sungguh kurang beradab anak itu.”

Mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang keledai itu itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang – orang berkata lagi, “Lihatlah itu dua orang menaiki seekor keledai, sungguh menyiksa binatang.”
karena tidak suka mendengar perkataan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari keldai itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, “Dua orang berjalan kaki, sedangkan keledai itu tidak dinaiki.”

Hingga kemudian dalam perjalanan pulang ke rumah, Luqman Hakim menasihati anaknya tentang sikap manusia dan celoteh mereka, katanya, “Sesungguhnya tidak terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan selaian hanya kepada Allah S.W.T saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap perkara.”

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas?

Kalau kita berbuat hanya mengikuti apa yang dikatakan orang. Termasuk apabila kita berbuat hanya untuk mengharapkan pengakuan, mendapatkan pujian, takut dicaci. Pasti jalan yang kita tempuh adalah menuju kebingungan.

Berbuat hanya mengharapkan ridho Allah saja. Itulah kuncinya. Terserah orang mau memuji, mau mencaci maki. Kalau kata Aa gym “Udah, lempeng aja”.

  1. hardiananto
    January 26, 2010 at 10:16

    benar rif, yang namanya manusia tidak akan bisa memenuhi ekspektasi dari seluruh orang……

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: