Home > Serba-Serbi > Nyaris Saja

Nyaris Saja

Nyaris saja kehilangan sosok abah tercinta.Sosok seorang ayah yang dengan segala perjuangannya telah membesarkan saya sampai saat ini. Beliau tersesat di kota Bandung… Sempat panic karena hal ini. Segala daya upaya dilakukan untuk mencari keberadaannya. Semua anggota keluarga termasuk dua anakku yang notabene adalah cucu abah dengan tak kenal lelah melakukan pencarian.Sempat ada air mata kecemasan yang akhirnya jatuh dipipi ketika telah 3 kali berputar di sekitar ciwaruga – parompong dan geger kalong.Sempat pula berfikir bahwa abah tidak akan lagi bersama kami.

Abah memang sudah tua. Seorang yang pernah terkena stroke ringan . Kombinasi itulah yang membuat abah bahkan seringkali lupa hal-hal yang kecil bahkan untuk mengingat jalan pulang sekalipun dan itulah sepertinya yang terjadi sekarang, abah lupa jalan pulang saat abah pergi keluar rumah untuk menikmati cuaca ahad pagi..Sempat terlintas menyalahkan orang-orang yang ada dirumah untuk kelalaiannya tidak mendampingi abah saat saya ada pekerjaan diluar hari ini, tapi buat apa..bukankah itu tidak menyelesaikan masalah ?

Hari semakin siang bahkan sudah beranjak senja. Adzan ashar berkumandang…berarti sudah 8 jam abah hilang..!!!

Pasrah ..Cuma itu akhirnya yang bisa dilakukan. Hanya takbir lirih yang terucap saat mengawali sholat ashar yang terinterupsi oleh sebuah dering HP..entahlah tiba-tiba saja dengan spontan saya membatalkan sholat saya padahal saya sedang jadi imam saat itu..entahlah ..tiba-tiba saja saya berfikir bahwa pertolongan itu akan datang. Dan memang benar …kabar yang ditunggupun datang, telepon itu dari petugas kepolisian dari POLSEK Astana Anyar..bapak diujung telepon tersebut memberi tahu abah tersesat dan sampai ke kantor polisi astana anyar..ada haru sekaligus keheranan…kok bisa abah tersesat sampai di pusat kota Bandung..bukankah jarak yang teramat jauh ciwaruga ke astana anyar ?

Dan akhirnya motor tua inipun kupacu dengan kecepatan optimal menuju lokasi abah ditemukan.Ada rasa lega saat melihat abah dengan baju batiknya yang khas tampak sedang berbincang dengan para petugas jaga di POLSEK ASTANA ANYAR..alhamdulillah sepertinya abah baik-baik saja…wajah abah juga terlihat sangat cerah saat tangannya saya cium meskipun saya bisa rasakan abah sangat kelelahan.Dan hal itu sepertinya sangat wajar karena ternyata abah berjalan kaki dari ciwaruga sampai ke astana anyar..masya allah…!!!

Cerita tentang petualangan abahpun mengalir dari mulut abah saat kami sengaja mampir di warung sate untuk menikmati sate ayam. Abah terlihat sangat lahap menghabiskan satu porsi sate ayam.” Abah dari pagi sampai sekarang belum makan dan belum minum de..” begitu aku abah. Sontak saja ketika mendengar pengakuan tersebut mata ini berkaca-kaca bahkan nyaris menangis tatkala abah cerita beliau sempat sempoyongan di jalan hingga di papah oleh orang yang kebetulan lewat. Abah juga cerita sempat berniat untuk tidur dijalan karena sangat kelelahan tapi malu dilihat banyak orang.Abah juga cerita sempat berfikir bahwa tidak akan pernah bisa pulang lagi ke rumah dan berkumpul dengan anak dan cucunya ….

Dalam haru saya berfikir,sepertinya memang saya terlalu sibuk. Sudah seminggu abah berkumpul di rumah kami tapi belum seharipun saya ajak abah jalan-jalan bahkan permintaan abah untuk diantar ke tukang cukurpun belum saya tunaikan. Ada saja alasan yang saya ungkapkan,mulai dari hujan deras lah atau kecapean atau bahkan alasan lainnya yang tidak terlalu penting. Tidak bisa disalahkan memang kalau akhirnya abah memilih berjalan-jalan sendiri hingga akhirnya tersesat sangat jauh dari rumah. Duh…tiba-tiba saja merasa menjadi anak yang sangat durhaka.

Sesampainya dirumah suasana haru pun semakin menjadi.abah tiba-tiba saja menjadi sosok yang amat sangat berharga bagi kami. Abah yang dengan berbagai kekurangan yang telah dimiliki dihari tuanya kini telah menjadi semacam pusaka yang tak boleh hilang lagi. Abah mulai saat ini menjadi prioritas pertama untuk kami rawat.

Maaf ya bah ….
Saya baru sadar abah sangat butuh perhatian…
saya baru sadar bahwa abah sudah sangat udzur…
Saya juga baru sadar lebih dari 8 tahun saya jauh dari abah..
8 tahun yang dimaknai dengan bekerja ..hingga lalai untuk berbakti

Saya berjanji..besok kita pergi untuk mencukur rambut abah..
Kita juga akan menikmati suasana sore bersama-sama
Kita makan bakso cuan ki ya bah…
Sambil kita bermain dengan dua cucu abah yang pintar itu ..nisa dan haydar

Maafkan saya ya bah..
Maaf atas kedurhakaan ini….

Lalu tangan inipun tak henti memijit kaki abah yang kelelahan seiring istighfar yang berkepanjangan atas kelalaian saya selama ini.

P.S :untuk seluruh jajaran POLSEK Astana Anyar..jazakumullah khairan jaza….

(Diambil dari blognya kang agus al muhajir, penyiar MQ FM Bandung, http://abuhaydar.wordpress.com/2009/02/09/nyaris-saja/)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: