Home > Serba-Serbi > Merokok

Merokok

 

Ketika berada di tempat umum kemudian merokok, di angkot misalnya. Apakah kita sadar kalau asap rokok yang dikeluarkan sangat mengganggu orang lain. Bisa saja ada orang sakit asma. Ketika menghirup asap rokok, sebetulnya dia merasa sangat sulit bernapas, dadanya sesak. Tetapi dia tahan dan dia diam saja karena tidak ingin membuat kita tersinggung.

Kenapa harus merokok. Bukankah merokok sama aja dengan meracuni diri sendiri, bahkan meracuni orang lain. Bagi yang belum pernah merokok, jangan coba-coba merokok.

Yang paling konyol adalah merasa cool dan keren ketika bisa merokok sambil ngluarin asap lewat mulut dan hidung. Padahal orang di sampingnya sesak napas.

Andaikan rokok ditakdirkan sudah ada pada zaman Rasulullah, coba bayangkan ketika Rasulullah menyampaikan wahyu kepada para sahabat sambil merokok. Atau kita turunkan lagi, bayangkan sahabat Abu bakar ketika sedang berdiskusi di dalam majlis dengan para sahabat lainya sambil merokok. Ga banget.

Nasehat dari Aa gym, jikalau nanti mati dalam keadaan merokok, memasukkan racun ke dalam tubuh, kira-kira mati husnul khotimah atau su’ul khotimah? Mari kita renungkan.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: