Home > Renungan > Mother (Ibu)

Mother (Ibu)

My mom only had one eye.  I hated her… she was such an embarrassment

Ibuku hanya mempunyai satu buah mata. Aku membencinya…Dia sangatlah memalukan

She cooked for students & teachers to support the family.

Dia bekerja memasak disekolah untuk murid dan guru untuk membantu menafkahi keluarga

There was this one day during elementary school where my mom came to say hello to me.

Pada suatu hari ketika aku di Sekolah Dasar ibuku datang menghampiri dan menyapaku

I was so embarrassed. How could she do this to me?!

Aku sangat malu. Beraninya dia melakukan hal ini padaku

I ignored her, threw her a hateful look and ran out.

Aku mengingkarinya, memandangnya dengan penuh kebencian lalu aku berlari menjauhinya

The next day at school one of my classmates said, “EEEE, your mom only has one eye!”

Hari berikutnya disekolah salah satu teman kelasku berkata, “EEEE, Ibumu hanya punya satu mata, ya!”

I wanted to bury myself. I also wanted my mom to just disappear.

Aku berusaha mengubur gejolak perasaanku. Kemudian aku mencari ibuku untuk menumpahkan segalanya

So I confronted her that day and said, ” If you’re only gonna make me a laughing stock, why don’t you just die?!!!”

Lalu hari itu aku memakinya dengan berkata, “Kalau kamu hanya membuatku malu, kenapa kamu tidak mati saja?!!!”

My mom did not respond!!!

Ibuku hanya diam seribu kata !!!

I didn’t even stop to think for a second about what I had said, because I was full of anger.

Aku bahkan tidak mau berpikir kedua kali atas apa yang telah ku ucapkan, karena aku sangat marah kepadanya.

I was oblivious to her feelings…

Aku melupakan perasaannya

I wanted out of that house..

Aku segera keluar dari rumah

So I studied real hard, got a chance to go to Jakarta to study.

Aku belajar sangat giat, agar punya kesempatan untuk belajar ke Jakarta

Then, I got married. I bought a house of my own. I had kids of my own. I was happy with my  life

Kemudian aku menikah. Aku membeli rumah dengan keringatku sendiri. Lalu Aku punya beberapa anak. Aku sangat bahagia dengan hidupku

Then one day, my mother came to visit me. She hadn’t seen me in years and she didn’t even meet her grandchildren!.

Lalu disuatu hari, ibuku datang mengunjungiku. Dia tidak pernah bertemu denganku selama beberapa tahun dan bahkan dengan cucunya !.

When she stood by the door, my children laughed at her.

Ketika dia berdiri di depan pintu, anakku mentertawakannya

I screamed at her, “How dare you come to my house and scare my children!” GET OUT OF HERE! NOW!!!”

Aku berteriak keras kepadanya, “Beraninya kamu datang kerumahku dan menakuti anakku!” PERGI DARI SINI!   SEKARANG!!!”

And to this, my mother quietly answered, “Oh, I’m so sorry. I may have gotten the wrong address,” and she disappeared out of sight.

Melihat hal ini, ibuku menjawab dengan lemas,”Oh, maafkan saya. Saya mungkin sudah salah alamat,” Dan kemudian dia  menghilang dari pandangan.

One day, a letter regarding a school reunion came to my house.

Suatu hari, datanglah undangan reuni sekolah datang kerumahku

So I lied to my wife that I was going on a business trip…

Kemudian aku berbohong pada istriku bahwa aku akan pergi untuk urusan bisnis…

After the reunion, I went to the old shack just out of curiosity!!!.

Setelah acara reuni, aku pergi ke sebuah gubuk tua hanya untuk mengusir rasa keingintahuanku

My neighbors said that she died.

Tetanggaku berkata bahwa ibuku telah meninggal

I did not shed a single tear!!.

Akupun tidak meneteskan airmata !!.

They handed me a letter that she had wanted me to have…

Tetanggaku memberi sepucuk surat yang dititipkan ibu untukku…

“My dearest son, I think of you all the time..

“Anakku tersayang, ibu selalu memikirkanmu setiap saat..

I’m sorry that I came to Jakarta and scared your children.

Ibu minta maaf ketika ibu datang ke Jakarta  dan telah membuat  takut anakmu.

I was so glad when I heard you were coming for the reunion.

Ibu sangat senang ketika mendengar kamu datang pada acara reuni

But I may not be able to even get out of bed to see you.

Tetapi Ibu tidak mampu bahkan untuk bangkit dari tempat tidur untuk melihat wajahmu

I’m sorry that I was a constant embarrassment to you when you were growing up.

Maafkan Ibu yang selalu membuat kamu malu selama dari dulu hingga sekarang

You see……..when you were very little, you got into an accident, and lost your eye.

Dulu ketika kamu masih sangat kecil, kamu mendapat kecelakaan yang membuatmu kehilangan mata.

As a mother, I couldn’t stand watching you having to grow up with one eye.

Sebagai seorang ibu, Aku tidak tega melihat  anakku tumbuh hanya dengan satu mata

So… I gave you mine…..

Lalu….. Ibu memberikan mata ibu padamu

I was so proud of my son who was seeing a whole new world for me, in my place, with that eye.

Ibu sangat bangga ketika  anakku mampu melihat dunianya yang baru, di tempat ini, dengan mata yang ibu berikan

…With my love to you…

…Dengan segenap cintaku padamu…

…Your mother…

…I B U M U…

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: