Archive

Archive for the ‘Kuliah’ Category

Ada Bang Kunto Ngeksis (Video University Partnership Program Chevron – ITB)

December 17, 2011 Leave a comment

Sang Profesor

July 5, 2011 3 comments

Saya sangat berterima kasih kepada profesor saya di Teknik Perminyakan ITB. Berkat bimbingan beliau, Tugas Akhir saya berhasil dan sukses.

Beliau adalah Profesor Pudjo Sukarno. Hasil penemuan  Profesor Pudjo yang sangat terkenal di dunia teknik perminyakan adalah persamaan “IPR Pudjo Sukarno”, yaitu persamaan airan 2 fasa dari reservoir menuju lubang sumur dengan memperhitungkan faktor skin.

Profesor Pudjo adalah alumni University of Tulsa, U.S. Di sana beliau langsung dibimbing oleh Boyun Guo, mbahnya atau grand dady nya Petroleum Production Engineer. Jadi secara tidak langsung saya adalah “murid cucu” nya Pak Guo, halah

Profesor Pudjo lahir pada tahun 1946, saat ini beliau berumur 65 tahun. Meskipun sudah sangat sepuh, tetapi semangatnya ga kalah sama anak2 muda. Hari Sabtu yang seharusnya libur, beliau masih menyempatkan waktunya datang ke kampus memberikan bimbingan Tugas Akhir kepada mahasiswanya.

Satu hal yang  membuat saya pribadi merasa salut kepada Profesor Pudjo adalah ketika saya sedang bimbingan bersama beliau, kemudian tiba waktu sholat, dan beliau minta waktu untuk sholat. Wow!. Ga hanya kecerdasan intelektual, tetapi kecerdasan spiritualnya juga kuat.

Nasehat Profesor Pudjo kepada para mahasiswa bimbinganya adalah, milikilah jiwa leadership yang kuat. Pandai-pandailah membaca peluang. Profesor Pudjo pernah berpengalaman menjadi dekan Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral. Waktu itu Kedubes Amerika datang ke ITB memberikan tawaran kepada ITB untuk mengembangkan sebuah software. Sayangnya ITB membuang peluang tersebut. Padahal menurut Profesor Pudjo ini adalah kesempatan yang sangat besar. Saat itu India menjadi Negara yang perkembangan software nya sangat pesat. Amerika Serikat tidak mau kalau hanya satu Negara saja yang menguasai software. Karena kalau misalnya India yang menguasai software mengembargo Amerika, Amerika bisa kalang kabut bahkan bisa collapse. Padahal kalau ITB mau menanda tangani kerja sama ini, berapapun biaya penelitianya Amerika Serikat pasti mau memberikan dananya. Profesor Pudjo yang hanya menjabat sebagai dekan Fakultas tidak mampu berbuat banyak. Suaranya kurang didengar.

Beliau juga memberikan nasehat yang intinya, “Ga perlu takut sama orang bule, apalagi orang bule di Indonesia. Orang bule di Indonesia itu adalah mereka yang di negaranya tidak pintar, makanya mereka pindah ke Indonesia”.

Sekarang Profesor Pudjo sibuk mengembangkan software Perminyakan. Profesor Pudjo telah merampungkan beberapa software hasil kerja sama dengan Program Studi Matematika ITB dan ini terus dikembangkan. Ada satu kejadian yang bikin miris. Beberapa waktu yang lalu perwakilan dari perusahaan minyak Indonesia ketika ditawari software yang telah dikembangkan oleh Profesor Pudjo, menolak software tersebut. Perwakilan tersebut lebih memilih software dari luar negeri padahal kualitas dari software yang dikembangkan oleh Profesor Pudjo tidak kalah. Perwakilan perusahaan tersebut lebih memilih software dari luar yang kalau memakainya harus membayar jutaan dolar, sedangkan kalau memakai software nya Profesor Pudjo hanya menghabiskan ratusan juta rupiah saja. Ini karena perwakilan dari perusahaan minyak Indonesia tersebut ga ngerti tentang software perminyakan. Sayang sekali.

Semoga Profesor Pudjo selalu diberi kesehatan sehingga bisa terus menurunkan ilmu yang bermanfaat kepada kita yang lebih muda.

Lika-Liku Ujian Selama Kuliah

June 10, 2011 Leave a comment

Pada waku itu saya masih semester V di bangku kuliah. Ada salah satu mata kuliah di jurusan saya yang menjadi momok bagi semua mahasiswa, yaitu BOR atau drilling. Kenapa menjadi momok? Sebab dari tahun ke tahun banyak sekali yang mengulang mata kuliah ini alias tidak lulus. Ujian BOR ini sulit karena kecepatan dan ketelitian menjadi kunci. Ada yang berkomentar ujian BOR ini seperti mustahil diselesaikan dengan waktu yang telah disediakan. Bahkan ada juga yang berkomentar kalo misalnya dosenya disuruh ngerjain duduk bareng mahasiswa, belum tentu dosenya juga bisa selesai. Karena saking banyaknya langkah-langkah yang harus dikerjakan.

Tetapi kita tetep patuh sama pak dosen dan tidak protes terhadap soal yang diberikan. Ujian BOR ini adalah sebagai pendidikan dan penggemblengan. Karena nanti kalau kita bekerja, kita harus cepat dan teliti. Kalau kerjanya ngawur bisa-bisa jadi blow out seperti lumpur lapindo.

Ketika itu ujian BOR diadakan di hari Senin. Seperti biasa sehari sebelum ujian biasa ada belajar bareng dan tutorial dari asisten. Padahal hari minggunya saya ada acara pengajian. Di situlah saya harus memilih, kalo ikut pengajian berarti ga bisa ikut tutorial dari asisten. Sebetulnya di hari-hari sebelumnya saya juga sudah mencicil belajar buat ujian, tetapi tutorial kan juga penting. Padahal biasanya tutorial yang diberikan menjadi kunci untuk memahami konsep dari materi yang akan diujikan. Tetapi kalo ikut tutorial, berarti harus ijin tidak ikut pengajian.

Pikiran saya kalo tidak ikut tutorial, bisa-bisa nanti ga lulus. Tapi kalo ga ikut pengajian sekali dua kali kan ga apa-apa. Lagi pula tugas utama saya kan jauh-jauh ke Bandung buat kuliah. Akhirnya saya putuskan memilih untuk belajar bareng teman-teman dan tidak ikut pengajian.

Tiga kali saya tidak ikut pengajian, karena ujian satu semester ada tiga kali ujian. Dan ternyata hasilnya saya TIDAK LULUS. Saya mendapatkan nilai E. Saya harus mengulang di tahun berikutnya.

Dari sini saya berpikir, apa yang salah. Apakah karena saya mengabaikan kegiatan mengaji saya?

Kemudian selanjutnya di semester VI ada mata kuliah Artificial Lift. Berdasarkan pengalaman dari kakak tingkat, mata kuliah ini juga cukup banyak yang ga lulus. Ujian Artificial Lift diadakan di hari Jumat. Sedangkan di hari kamis malam ada pengajian. Berbeda dengan yang tadi, pengajian yang ini tidak ada pengabsenan. Kalaupun tidak ikut pengajian tidak perlu izin.

Tetapi saya ingin merubah pola belajar saya. Saya ingin mencoba ikut pengajian di malam sebelum ujian. Lalu kapan belajarnya? Saya belajar di malam sebelumnya. Berarti Rabu malam saya belajar, Kamis malam pengajian, lalu Jumat pagi ujian.

Dan ternyata ajaib. Saya mendapatkan nilai A.

Apakah ini pertolongan dari Alloh?

Begitu juga di tahun berikutnya ketika saya mengulang mata kuliah BOR. Ujian diadakan di hari Jumat, dan di Kamis malamnya saya ikut pengajian. Lagi-lagi ajaib. Saya mendapatkan nilai AB.

Dan terakhir beberapa hari yang lalu saya ujian komprehensif. Ujian yang materinya dari awal hingga akhir kuliah semuanya harus dipelajari. Padahal saya sendiri tidak terlalu suka menghafal. Bisa ditebak hasilnya. Kemarin 2 kali saya tidak lulus ujian komprehensif. Tetapi masih ada 1 kesempatan lagi. Ujian ke 3 diadakan hari Senin. Tetapi hari minggu kebetulan pengajianya libur. Akhirnya saya mencari-cari pengajian lain dan di malam minggu ternyata ada silaturahmi pengajian di DT. Akhirnya saya ikut pengajian di situ.

Dan Alhamdulillah hari Senin ujian komprehensif saya lulus.

Ada satu nasehat dari teman kost saya. Ujian semester dan lain-lain itu kan hanya masalah dunia.

Benar juga apa kata teman saya itu. Jangan sampai masalah dunia justru membuat lalai ibadah kepada Alloh. Kalaupun kita sudah beribadah kepada Alloh ditambah dengan kita sudah berusaha maksimal, dan ternyata hasil yang diterima jelek, pastilah ada hikmah dibalik itu. Dan itulah yang terbaik bagi kita.

 

Oil Recovery Process

May 5, 2011 Leave a comment

Final Assignment; Abstract

April 18, 2011 Leave a comment

Abstract

In producing oil from oilfield, several steps are required. The first step is the primary recovery, which produces oil by naturally flowing with the existing reservoir pressure. At this stage begins with the completion of new wells. After the primary recovery, the next stage is the secondary recovery, that the usual method in this stage is waterflood. Waterflood can increases oil recovery two times higher than natural oil production.

Both two stages above also include all systems of artificial lift methods, for example sucker rod pump. Sucker rod pump has many advantages : rate of production can be arranged with ease, able to work on a low reservoir pressure, maintenance easy, and has a long life. Because of this advantages, sucker rod pump artificial lift method is the most widely used in the world that is about 65%.

In this final assignment  writer choose the best production scenario to obtain maximum economic benefit to the secondary stage of recovery. Writer use sucker rod pump for artificial lift method, and well production operating system by using fivespot pattern. So it is necessary to determine when to begin to use artificial lift method and when to begin to do waterflood. In the selecting production scenario, writer use integrated optimization method involve all of the existing sub-systems from reservoir to surface facilities network.

Keywords: Sucker rod pump, waterflood, production optimization, integrated optimization.

UAS Semester 7, Bismillah

December 14, 2010 Leave a comment

KP Pertamina EP, TM ITB 2010

August 1, 2010 10 comments


Kemaren saya kerja praktek di Pertamina EP bersama 5 orang temanku dari ITB; Ilham Rusdiana, Dorothea Petra, Dian Simatupang, Taufiq Ardiansyah, dan Tito Sumirat. Tadinya ber-enam dapat lapangan pengeboran di Pulau Bunyu Kalimantan Timur. Namun karena ada peralatan pengeboran yang rusak, pengeboran di Kalimantan di bulan Juli kemarin ditunda.

Karena bulan Agustus udah mulai kegiatan kuliah, terpaksa kita pindah lapangan ke daerah Jawa barat yang lagi on.

Kita kerja praktek 2 minggu di kantor Pertamina EP, 1 minggu di lapangan, 1 minggu buat bikin laporan.

Kantor Pertamina EP ada di Standard Chartered Tower.

Kita ada di bagian drilling di lantai 26. Tempat favorit kita di sana  adalah pantry. Pantry fungsinya tempat buat nyantai. Kita suka ke sana karena minumanya gratis. Dasar mahasiswa, suka yang gratis gratis hahahaha :D.

Kalo pingin minum tinggal pencet tombol; ada kopi susu, kopi jahe, sama cokelat. Ada juga nutrisari sama teh tapi bikin dan aduk sendiri.

Waktu pertama dateng ke Pantry kita masukkan koin gopek ke mesin pembuat minuman, padahal ga usah pake koin, tinggal pencet. Hahahaha

Selain ngantor, kita juga jalan-jalan ke Bundaran HI, GI (Grand Indonesia), Monas, TMII. Kalo di Jakarta mau kemana-mana lebih murah naik busway. Sekali masuk halte busway Rp.3500,- Kalo udah masuk halte, mau pergi kemana aja ga usah bayar lagi, tinggal naik busway ke jurusan yang diinginkan.

Di GI ada tempat shopping. Tempat nongkrong para artis tipi. Harga di sana ga tanggung tanggung. Pakaian satu potong harganya 300.000 ke atas. Ada celana jeans 1 potong dibandrol dengan harga 1,5 jt. Kalo dilihat dari luarnya ga jauh beda ama yang di pasar-pasar. Mungkin kalo dipake jadi adem kali ya bisa mahal gitu. Tapi ga deh, sayang duitnya.

Untuk kerja praktek di lapangan, kita di bagi jadi tiga group secara acak. Saya dan bang Tito dapet Tanjungsari Subang, Ilham & Dian di Pegaden Subang, Taufiq & Petra di Tambun Bekasi. Lapangan di Tanjungsari lokasinya di tengah sawah. Jadi inget desa saya euy..

Sebelumnya kami membayangkan kalau orang yang bekerja di lokasi pengeboran itu kasar dan suka nyebut isi bonbin. Ternyata tidak. Waktu di lapangan, justru mereka rajin sholat dan kocak-kocak. Baik hati deh pokoknya.

Di lokasi pengeboran kita wajib pake pakaian safety; safety shoes, helmet, sama coverall. Dan di sana kita juga kudu memperhatikan rambu-rambu, mana saja daerah yang terdapat hazard.

Di lokasi pengeboran, makanan terjamin. Makananya enak-enak. Rasa kenyang belum hilang dah datang jadwal makan lagi. Ini saya jadi sedikit lebih gemuk.

Kerja Keras Huh Hah Huh Hah !!!

Tetapi yang paling penting dari kerja praktek ini adalah mencari ilmu. Ilmu bener-bener luas. Ilmu tidak hanya kita duduk belajar di kelas, tetapi ilmu bisa didapatkan di mana saja. Untuk itu kita terus belajar dan belajar. Semangat!