Archive

Archive for the ‘Renungan’ Category

Mother (Ibu)

September 30, 2011 Leave a comment

My mom only had one eye.  I hated her… she was such an embarrassment

Ibuku hanya mempunyai satu buah mata. Aku membencinya…Dia sangatlah memalukan

She cooked for students & teachers to support the family.

Dia bekerja memasak disekolah untuk murid dan guru untuk membantu menafkahi keluarga

There was this one day during elementary school where my mom came to say hello to me.

Pada suatu hari ketika aku di Sekolah Dasar ibuku datang menghampiri dan menyapaku

I was so embarrassed. How could she do this to me?!

Aku sangat malu. Beraninya dia melakukan hal ini padaku

I ignored her, threw her a hateful look and ran out.

Aku mengingkarinya, memandangnya dengan penuh kebencian lalu aku berlari menjauhinya

The next day at school one of my classmates said, “EEEE, your mom only has one eye!”

Hari berikutnya disekolah salah satu teman kelasku berkata, “EEEE, Ibumu hanya punya satu mata, ya!”

I wanted to bury myself. I also wanted my mom to just disappear.

Aku berusaha mengubur gejolak perasaanku. Kemudian aku mencari ibuku untuk menumpahkan segalanya

So I confronted her that day and said, ” If you’re only gonna make me a laughing stock, why don’t you just die?!!!”

Lalu hari itu aku memakinya dengan berkata, “Kalau kamu hanya membuatku malu, kenapa kamu tidak mati saja?!!!”

My mom did not respond!!!

Ibuku hanya diam seribu kata !!!

I didn’t even stop to think for a second about what I had said, because I was full of anger.

Aku bahkan tidak mau berpikir kedua kali atas apa yang telah ku ucapkan, karena aku sangat marah kepadanya.

I was oblivious to her feelings…

Aku melupakan perasaannya

I wanted out of that house..

Aku segera keluar dari rumah

So I studied real hard, got a chance to go to Jakarta to study.

Aku belajar sangat giat, agar punya kesempatan untuk belajar ke Jakarta

Then, I got married. I bought a house of my own. I had kids of my own. I was happy with my  life

Kemudian aku menikah. Aku membeli rumah dengan keringatku sendiri. Lalu Aku punya beberapa anak. Aku sangat bahagia dengan hidupku

Then one day, my mother came to visit me. She hadn’t seen me in years and she didn’t even meet her grandchildren!.

Lalu disuatu hari, ibuku datang mengunjungiku. Dia tidak pernah bertemu denganku selama beberapa tahun dan bahkan dengan cucunya !.

When she stood by the door, my children laughed at her.

Ketika dia berdiri di depan pintu, anakku mentertawakannya

I screamed at her, “How dare you come to my house and scare my children!” GET OUT OF HERE! NOW!!!”

Aku berteriak keras kepadanya, “Beraninya kamu datang kerumahku dan menakuti anakku!” PERGI DARI SINI!   SEKARANG!!!”

And to this, my mother quietly answered, “Oh, I’m so sorry. I may have gotten the wrong address,” and she disappeared out of sight.

Melihat hal ini, ibuku menjawab dengan lemas,”Oh, maafkan saya. Saya mungkin sudah salah alamat,” Dan kemudian dia  menghilang dari pandangan.

One day, a letter regarding a school reunion came to my house.

Suatu hari, datanglah undangan reuni sekolah datang kerumahku

So I lied to my wife that I was going on a business trip…

Kemudian aku berbohong pada istriku bahwa aku akan pergi untuk urusan bisnis…

After the reunion, I went to the old shack just out of curiosity!!!.

Setelah acara reuni, aku pergi ke sebuah gubuk tua hanya untuk mengusir rasa keingintahuanku

My neighbors said that she died.

Tetanggaku berkata bahwa ibuku telah meninggal

I did not shed a single tear!!.

Akupun tidak meneteskan airmata !!.

They handed me a letter that she had wanted me to have…

Tetanggaku memberi sepucuk surat yang dititipkan ibu untukku…

“My dearest son, I think of you all the time..

“Anakku tersayang, ibu selalu memikirkanmu setiap saat..

I’m sorry that I came to Jakarta and scared your children.

Ibu minta maaf ketika ibu datang ke Jakarta  dan telah membuat  takut anakmu.

I was so glad when I heard you were coming for the reunion.

Ibu sangat senang ketika mendengar kamu datang pada acara reuni

But I may not be able to even get out of bed to see you.

Tetapi Ibu tidak mampu bahkan untuk bangkit dari tempat tidur untuk melihat wajahmu

I’m sorry that I was a constant embarrassment to you when you were growing up.

Maafkan Ibu yang selalu membuat kamu malu selama dari dulu hingga sekarang

You see……..when you were very little, you got into an accident, and lost your eye.

Dulu ketika kamu masih sangat kecil, kamu mendapat kecelakaan yang membuatmu kehilangan mata.

As a mother, I couldn’t stand watching you having to grow up with one eye.

Sebagai seorang ibu, Aku tidak tega melihat  anakku tumbuh hanya dengan satu mata

So… I gave you mine…..

Lalu….. Ibu memberikan mata ibu padamu

I was so proud of my son who was seeing a whole new world for me, in my place, with that eye.

Ibu sangat bangga ketika  anakku mampu melihat dunianya yang baru, di tempat ini, dengan mata yang ibu berikan

…With my love to you…

…Dengan segenap cintaku padamu…

…Your mother…

…I B U M U…

Advertisements

Instropeksi Diri

February 22, 2011 Leave a comment

Setiap kejadian tidak ada yang luput dari pengawasan Alloh. Alloh Maha Menatap, Alloh Maha Mendengar. Termasuk kejadian yang menimpa saudara kita di Palestina.

Jika Alloh mau, dibikin saja tentara israel salah pencet sehingga pelurunya nyasar ke negaranya sendiri. Apa susahnya bagi Alloh.

Saudara kita diblokade sedemikian rupa, makanan terbatas, fasilitas terbatas. Bisa jadi mereka yakin kepada Alloh jauh lebih yakin daripada kita. Banyak hafidz Qur’an di sana.

Semoga mereka selalu diberi kekuatan.

Bagaimana dengan kita di sini yang bisa makan setiap hari dan bisa menikmati fasilitas segala macam?

(Pengajian Aa Gym, Daarut Tauhid)

Kajian Asmaul Husna : Al Ghani

February 5, 2011 Leave a comment

Kemarin tanggal 3 Februari saya ikut pengajian Aa gym di Daarut Tauhid. Materi yang dibahas adalah tentang sifat Alloh Al Ghani (Maha kaya).

Kaya yang haqiqi bukanlah kaya harta tetapi kaya hati. Seorang koruptor gajinya lebih dari cukup, tetapi mengapa masih mengambil yang bukan hak nya?

Orang yang diperbudak harta ibarat orang haus yang meminum air laut. Makin diminum, justru makin haus.

Kemudian Aa gym menceritakan kisah nyata dari seseorang yang memiliki seorang ibu yang sangat kikir. Harta bendanya sangatlah banyak. Si ibu tersebut sangat takut mati, takut kalau harta yang dimilikinya menjadi hak suaminya. Ibu tersebut umurnya sudah cukup tua, namun dia tidak mau tinggal bersama suaminya, bahkan juga tidak mau tinggal bersama anak-anak nya sendiri, takut hartanya diambil anak-anaknya. Dia hanya tinggal bersama pembantu, dan sering gonta ganti pembantu karena merasa tidak percaya kepada pembantunya.

Kalau dia sedikit sakit, flu misalnya, maka dia segera menelpon anaknya, “Kamu nyantet saya ya?”

Sebetulnya anak-anaknya masih menyayangi ibu ini. Sauatu saat anaknya mengirimkan makanan. Namun ibunya menolak makanan tersebut, takut diracun.

Dari sini bisa diambil hikmah betapa sempitnya orang yang diperbudak harta benda. Hidup penuh dengan prasangka dan tidak bahagia.

Di sisi lain, ada kisah tentang seorang paman yang memiliki keponakan yatim piatu. Paman tersebut memiliki usaha bubur dan cukup sukses. Karena merasa kasihan, keponakanya diajari membuat bubur. Hingga kemudian keponakanya ini bisa membuat bubur dan bisa membuka usaha sendiri.

Setelah beberapa lama ternyata usaha jualan bubur si keponakan ini laku keras, bahkan orang-orang dari luar kota berdatangan untuk membeli buburnya. Sampai-sampai pelanggan rela antri untuk membeli buburnya.

Melihat pelanggan yang antri panjang, si keponakan ini justru merasa kasihan. Kemudian dia memberikan foto copy resep bubur yang dimilikinya kepada setiap pelanggan yang datang. Orang-orang justru heran, “Kenapa anda justru memberikan resep bubur anda kepada orang-orang, apakah anda tidak takut kalau usaha anda menjadi tidak laku?”

Si keponakan menjawab kurang lebih “Kenapa saya harus takut, saya bisa membuat bubur seperti ini, paman sayalah yang mengajari saya. Dan dia tetap sukses. Bukankah rizki sudah ada yang mengatur?”.

Ya, kenapa kita takut kehilangan harta? Bukankah harta kita hakikatnya adalah pemberian Alloh yang maha kaya?”.

Kalau Alloh mau memberi, mudah bagi Alloh. Kalau ingin sesuatu, mintalah sama AllohYang Maha Kaya.

 

Pencarian

October 17, 2010 Leave a comment

Kemarin pengajian malam jum’at 14-10-10 di masjid DT ada seorang yang baru masuk islam, kemudian berikrar syahadat kembali untuk disaksikan oleh orang banyak.

Beliau adalah seorang mahasiswa di Unpad Bandung yang berasal dari Jakarta. Kemudian beliau ditanya oleh Aa gym, apa alasan masuk islam?

Beliau pun menceritakan kisahnya,

Sejak kecil beliau dididik oleh orang tuanya beragama hindu. Hingga beliau SMA, beliau menceritakan bahwa beliau beragama hanya seperti formalitas saja. Beliau percaya kepada Tuhan, tetapi beliau tidak tahu tujuanya ini kemana. Manusia nanti bagaimana. Jadi hidup ini ngambang. Istilahnya Agnostic. Atheis bukan, Theis juga bukan.

Kemudian setelah kuliah, beliau mulai menacari-cari apa tujuan hidup ini dengan mencoba dan mempelajari agama-agama. Beliau juga pernah mempelajari trinitas dan mencoba menjadi penganutnya.

Hingga pada suatu waktu ketika beliau main di kost an temanya, beliau mendengar adzan ashar. Beliau menceritakan, saat itu ketika mendengarkan adzan ashar tersebut, entah kenapa tiba-tiba bulai dari dahi hingga kepala dan leher terasa bergetar, tetapi anehnya hati rasanya tenang dan tenteram. Hal ini belum pernah beliau rasakan sebelumnya. Dan sensasi ini belum pernah beliau temui selama beliau mempelajari dan menganut agama yang lain.

Dari sini beliau yakin bahwa beliau telah menemukan jawaban yang selama ini beliau cari, hingga akhirnya beliau masuk islam.

Dengan ini kita bisa melihat kekuasaan Alloh. Alloh menunjukkan kepada hamba-Nya, jalan mana yang seharusnya dipilih.

Aa gym juga menambahkan, bisa jadi muadzin yang mengumandangkan adzan tersebut memiliki hati yang bersih, sehingga bisa menembus hati orang lain.

Aduh, aduh, aduh

October 11, 2010 Leave a comment

Seringkali tanpa sadar manusia suka mengeluh.

Si Bapak pulang dari kantor, “Duh, pekerjaan koq banyak banget. Pusing”

Si Ibu, “Duh, mau beres-beres rumah rasanya koq malas nih. Aduh, capek”

Si Anak melihat kedua orang tuanya makin loyo. “Duh, ngantuk, PR nya dikerjakan nanti saja ya”

Ini keluarga kenapa memble begini?

Masalah pasti menerpa setiap orang. Dan mengeluh adalah hal yang manusiawi. Tetapi Kalau kita melihat Rasulullah, sauri teladan umat manusia.

Bayangkan kalau Rasulullah mengeluh “Duh Abu bakar, ini umat diajak ke jalan yang bener koq bandel banget. lemes”

atau coba bayangkan begini, “Duh Umar, Aku dah pusing buat dakwah nih. Dihina terus. lieur euy!”

Mari sama-sama mencoba untuk menghilangkan mengeluh ini. Ketika cobaan menerpa, mungkin rasa sakit pasti kita rasakan. Tetapi tidak perlu kita lampiaskan dengan berlebihan.

Pilih-pilih teman juga penting. Sering dekat dengan orang yang suka mengeluh, marah sana-sini, sampe-sampe ngomong kotor secara tidak langsung juga mempengaruhi kita.

Begitu juga jika sering dekat dengan orang yang semangat beribadah dan bekerja, melalui alam bawah sadar, kita juga ikut semangat.

Bandingkan jika kita bergaul dengan orang yang rajin ke masjid dengan orang yang suka hedon. Hari ini nonton bioskop. Besok makan di dago pakar, besoknya lagi main bilyard, besoknya lagi jalan ke Paris van Java. Giliran ke masjid, males.

Bukanya kita tidak mau bergaul, tetapi ibaratnya orang yang alergi debu. Jika dekat dengan benda-benda berdebu menyebabkan sulit bernapas, sakit asma, dan sebagainya, maka mau tidak mau harus mengurangi intensitas atau menjauhi benda-benda berdebu. Syukur kalau kita bisa membentengi diri dan justru mengajak orang lain untuk lebih semangat di dalam kebaikan.

Mohon Maaf Lahir Batin

September 12, 2010 4 comments

Ini yang bikin rekan2 KM ITB ga banget dah

Tapi di hari nan fitri ini mohon maaf lahir dan batin buat semuanya

Kejahatan Lidah Dapat Merusak Shaum

August 14, 2010 Leave a comment

Kita harus memastikan bahwa Ramadhan kali ini berbeda denga hari biasanya. Menjadi pribadi yang berbeda bukan untuk dipamerkan atau dipuji oleh orang lain. Menjadi berbeda seharusnya karena ingin disukai Allah. Apabila sikap obrolan dan amalan tetap sama berarti tidak menghargai Ramadhan, meremehkan, menghina Allah, tidakmenganggap jamuan Allah dan menjadi hamba yang menyia-nyiakan Ramadhan.

Sebagai wujud penghargaan terhadap Ramadhan, salah satunya dengan memiliki “QUALITY CONTROL”, yaitu kontrol perkataan, bagaimanakah kualitasnya? Kualitas kebenarannya dan kemanfaatannya. Tidak usah boros kata-kata agar orang terpesona. Kalaupun tidak bicara dengan makhluk, berdzikirlah karena Allah MahaTau. Jadikan detik demi detik dalam Ramadhan ini menjadi istimewa. Barang siapayang tangguh menjaga mulutnya, jauh lebih aman.

Mari kita shaum dari perkataan yang tidak disukai Allah, apabila terasa sia-sia mari kita intropeksi dan bersegeralah untuk taubat. Yakinkan diri bahwa Allah Maha mendengar, malaikat mencatat dan semua akan kembali pada diri sendiri.

“Sesungguhnya pendengaran,penglihatan, dan hati semuanya kelak pasti akan dimintai tanggung jawabnya”.(QS. Al Isra’ : 36)

(MQ Pagi)